Bayangkan kamu sedang main game dan terus kalah. Rasanya gampang sekali menyalahkan koneksi, menyalahkan teman satu tim, atau merasa "ah, nasib." Tapi kalau kita mau benar-benar mahir, kita harus mau mengaku: "Oh, tadi aku yang salah main." Pertobatan itu mirip seperti itu, hanya saja jauh lebih dalam. Pertobatan bukan sekadar bilang "maaf," tetapi benar-benar berbalik dari yang salah dan melangkah ke arah yang Allah mau.
Setelah sesi ini selesai, kita harap teman-teman bisa:
- Mengerti bahwa pertobatan dan iman itu seperti napas: bukan dilakukan sekali-sekali, melainkan pola yang kita ulang terus sepanjang hidup
- Membedakan antara sekadar menyesal karena ketahuan, dengan pertobatan sejati yang berpusat pada Allah
- Mengenali alasan-alasan yang biasa kita pakai untuk menghindari pertobatan yang jujur
- Memahami ciri-ciri pertobatan yang alkitabiah: berfokus pada Allah, lahir dari kesedihan yang sesuai kehendak Allah, peduli pada hati bukan hanya tindakan lahiriah, memandang Yesus, dan dijalani terus seumur hidup
- Mempraktikkan lima langkah untuk bertobat dengan cara yang benar